Rabu, 09 Oktober 2019

KALIMAT EFEKTIF


Pengertian

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau
penulis sehingga pembaca atau pendengar dapat menerima maksud/arti serta
tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.


Syarat-syarat yang dimiliki oleh kalimat efektif yaitu :

Koherensi atau perpaduan,

yaitu kalimat efektif harus mudah dipahami dan memiliki hubungan yang logis atau
dapat diterima oleh akal sehat.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan. (Kalimat ini tidak logis karena waktu dan
tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan). Kalimat tersebut
seharusnya : “Kepada bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.”

Kepararelan atau kesejajaran,

yaitu penggunaan kata atau frase imbuhan yang memiliki kesamaan, baik dalam
fungsi ataupun bentuknya. Jadi jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja
berimbuhan di-, maka bagian kalimat lainnya juga harus menggunakan imbuhan
di- pula.
Contoh : Anak itu ditolong pak Adi dan dipapahnya ke pinggir jalan.


Kehematan,

yaitu kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu dan setiap
kata harus memiliki fungsi yang jelas. Penggunaan kata-kata yang berlebihan
justru akan memperlemah dan menambah ketidakjelasan maksud dari kalimat itu.
Contoh : Bunga-bunga mawar, anyelir dan melati sangat disukainya. (Pemakaian
kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu karena kata mawar, anyelir,
dan melati terkandung makna bunga.

Penekanan,

yaitu bagian dari kalimat yang paling penting perlu ditunjukkan dari unsur-unsur yang
lain.


Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penekanan adalah sebagai
berikut :

1) Mengubah posisi dalam kalimat yaitu dengan cara meletakkan bagian
penting di depan kalimat. Contoh : Harapan kami adalah agar masalah ini dapat
dibicarakan lebih lanjut.

2) Menggunakan partikel, penekanan bagian kalimat misalnya dengan
penggunaan partikel lah, pun dan kah. Contoh : Kami pun turut berbahagia
melihat prestasimu.

3) Menggunakan repetisi, yaitu dengan mengulang-uang kata yang dianggap
penting. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami dan istri, antara guru
dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan
adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.

4) Menggunakan pertentangan yaitu menggunakan kata yang bertentangan atau
berlawanan maksudnya dalam kegiatan yang ingin ditegaskan pada kalimat.
Contoh : Anak itu tidak malas, tetapi rajin.


Kevariasian,

yaitu memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling
mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. Contoh : Di dalam
keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu
keselamatan umum. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak
didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek,
melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan
ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WAWASAN KEILMUAN TEKHNOLOGI DAN LINGKUNGAN 1.  Peran kemajuan ilmu pengetahuan dalam meningkatkan Kesejahtraan rakyat       Tuntutan te...